Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur memutasi sejumlah pejabat baik eselon II, III dan IV. Mutasi ini berlangsung di gedung negara Grahadi kemarin (1/4). Pejabat Eselon II yang dimutasi adalah Lies Idawati yang sebelumnya bertugas di Biro Sumber Daya Alam. Ia dimutasi menjadi kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP KB) Jatim. Lalu yang kedua adalah Sri Widayati yang sebelumnya menjabat wakil direktur penunjang medik di RSUD dr Soetomo di pindah menjadi wakil direktur di RSU Saiful Anwar Malang.
“Karena posisi sebagai kepala Badan Pemberdayaan Perempuan adalah posisi strategis, maka tidak boleh dibiarkan kosong. Yang tepat mengisi adalah seorang wanita,” kata Asisten IV Pemprov Jatim Mujib Affan.
Selain dua pegawai eselon II, terdapat juga 65 pegawai eselon III dan 100 orang eselon IV yang di mutasi kemarin. Menurut Affan, terdapat beberapa penilaian yang membuat pegawai eselon atau staf di angkat. Di antaranya seperti kompetisi, pelayanan, integritas, dan loyalitas terhadap institusi. “
Ada yang namanya kinerja pegawai dan ada yang namanya sistem kinerja pegawai. Kalau jelek, tidak mungkin kami promosikan. Seratus orang eselon IV itu berasal dari staf sebelumnya,” tambahnya.
Disinggung soal hanya dua pejabat eselon yang dimutasi, Affan mengatakan karena hal ini bersangkutan dengan akan di rampingkannya sejumlah Satuan Kerja Pe rangkat Daerah (SKPD). Seperti diketahui dari sebelas SKPD yang ada di pemprov akan dirampingkan menjadi sembilan SKPD. Sehingga, hanya terdapat dua SKPD yang kosong dan diisi jaba tannya. Sementara SKPD lain seperti kepala Biro Humas dan Protokoler Setdaprov Jatim masih belum diisi karena rencananya akan disatukan dengan Biro Protokol.
Sebelumnya, dari sebelas biro di lingkungan sekretariat akan diciutkan menjadi sembilan biro. Hal ini karena Biro Kesehatan Masyarakat akan bergabung dengan Biro Kesejahteraan Rakyat. http://sehat.link/rumah-sakit-terbaik-di-jakarta.info
Lalu, Biro Administrasi Pemerintah bergabung dengan Biro Kerjasama. Sejumlah asisten di sekdaprov yang awalnya empat juga disederha nakan menjadi menjadi tiga. Di antaranya adalah Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum, Asisten Kesra dan Asisten Ekonomi Pembangunan. Sedangkan untuk staf ahli dari lima orang digabung menjadi tiga. Yakni staf ahli pemerintah dan politik, staf ahli kesra dan pembangunan, serta staf ahli ekonomi dan infrastruktur.
sumber: radar surabaya