Keberhasilan PT Industri Kereta Api (INKA) mendapat proyek dari Bangladesh akan dilan jutkan dengan berekspansi ke negara lain di kawasan Asia Selatan. Hingga saat ini satu-satunya industri kereta api di Indonesia ini tengah membidik Sri Lanka sebagai market anyar. “Saat ini kita sedang melakukan penjajagan dengan Sri Lanka sebagai market baru. INKA terus melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat untuk memangi tender pembuatan kereta,” Senior Manager Secretary Public Relations dan CSR INKA Cholik Mochamad Zam Zam, kepada Radar Surabaya, kemarin (4/3).
Pria kelahiran Surabaya itu belum menjelaskan nilai proyek yang disodor kan ke pemerintah Sri Lanka. Cho lik mengaku semua produksi yang dikerjakan PT INKA tengah diajukan ke pemerintah Sri Lanka seperti kereta gerbong datar, kereta penumpang, serta kereta rel diesel elektrik (KRDE). Sebetulnya membidik pasar di Asia Selatan ini INKA mnendapat pesaing yang cukup berat dari Tiongkok dan In dia. Cholik optimistis lantaran mereka berhasil mengungguli dua negara ini saat merebut tender di Bangladesh senilai USD 72 juta atau di kisaran Rp 900 miliar tahun 2014 silam. http://kereta-api.info/pt-kai-pesan-6-kereta-baru-untuk-angkutan-lebaran-5849.htm
“Kita optimistis, kita juga terus akan melakukan komunikasi dengan peme rintah Sri Lanka,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, PT INKA mendapat proyek pembuatan kereta penumpang sebanyak 150 unit, dengan kontrak kerja tiga tahun ter hitung 2014-2017 dari pemerintah Bang ladesh. Dalam pengerjaan ini INKA tidak hanya menga lahkan India dan Tiongkok saja, tetapi juga Jepang dan negara asal Eropa lainnya.
Sementara itu, INKA juga telah menyerahkan satu trainset kereta eksekutif (K1) pesanan PT Kereta Api Indoesia (KAI) kemarin di Madiun. INKA mendapat pesanan pembuatan empat trainset dari PT KAI senilai Rp 215 miliar sejak 2015 silam. Menurut rencana kereta eksekutif ini akan digunakan untuk angkutan lebaran Juli mendatang. Kereta ini disebut-sebut memiliki new image dan belum pernah dijumpai di Indonesia sebelumnya. Seperti interior, bogie, dan pendingin udara yang semuanya dibuat PT INKA.
sumber: radar surabaya
Tampilkan postingan dengan label PT KAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT KAI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Maret 2016
Kamis, 03 Maret 2016
Stasiun Semut Surabaya
![]() |
| stasiun semut. (sumber : wikipedia) |
Hal tersebut berlangsung selama 30 tahun. Hingga pada awal 1900-an, jumlah pengguna kereta penumpang terus meningkat. Akhirnya, pada 11 November 1911, bangunan Stasiun Semut diperluas hingga ke bentuknya yang sekarang ini. Sejak saat itu, stasiun semut menjadi denyut dan pusat utama transportasi darat di Surabaya. Beragam kereta dari berbagai kota besar di pulau Jawa menjadikan Stasiun Semut sebagai tujuan utama. Stasiun Semut menjelma menjadi salah satu ikon Surabaya. “Dulu ada kereta Eendaagsche Express. Kereta ini beroperasi diawal tahun 1930-an. Eendaagsche Express ini hanya membutuhkan waktu 11 jam untuk menuju Jakarta. Saat itu, Stasiun Semut memang menjadi stasiun utama di Surabaya, bahkan Jawa Timur,” ujar manajer humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 8 Surabaya, Suprapto(19/2).
Namun, sejak adanya Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi pada perten- gahan 1990-an, nasib Stasiun Semut berubah. Kini, Stasiun Semut hanya menjadi langsiran Kereta Api (KA) jarak menengah serta KA ekonomi jarak Dekat. Rute ke berbagai kota besar di Jawapun dialihkan ke Stasiun Gubeng dan Pasar Turi. “Saat ini yang melintas dan singgah di Stasiun Semut adalah KA Probowangi, KA Rapih Dhoho, KA Penataran, KRD Kertosono, KA Delta Ekspres, dan KA Arjuna Ekspres,” lanjut Suprapto. Tak hanya itu, sejak awal 1990-an pula, aksi vandalisme yang mulai marak juga menyasar Stasiun Se- mut. Bangunan dengan arsitektur kuno Eropa khas Belanda itu mulai dipenuhi goresan cat disanasini. Kondisi bangunan yang semakin menua juga memperparah keadaan Stasiun tertua di Surabaya ini. Miris, mengingat Stasiun Semut telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Surabaya pada 26 September 1996.
Untuk itu, Suprapto mengatakan, pihaknya kini sedang merevitalisasi bangunan di Stasiun Semut. Dengan revitalisasi sejak tahun 2012 itu, KAI menginginkan agar bangunan di Stasiun Semut dikembalikan sesuai dengan bentuk aslinya. “Kami tak akan merubah bentuk maupun arsitektur yang ada. Kami ingin membuat bangunan di Stasiun Semut menjadi indah kembali, sesuai dengan bentuk aslinya,” terangnya. Suprapto berujar, saat ini pengerjaan sudah masuk tahap finishing. Jadi, ia berharap, dalam waktu dekat bangunan ini bisa kembali memukau mata. “Sekarang kami masih menunggu hasil uji dari pihak Surabaya Heritage dan pemerhati sejarah lainnya di Surabaya untuk meyakinkan bahwa bangunan yang direvitalisasi ini sudah sesuai dengan bentuk otentiknya,” beber pria asli Bandung ini.
Suprapto menuturkan, perbaikan ini menunjukan jika PT KAI serius menjaga cagar budaya yang ada. Nantinya, jika semua proses telah selesai, ia berharap agar Stasiun Semut bisa populer lagi. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan Stasiun Semut sebagai situs wisata sejarah di Surabaya. “Namun itu masih rencana. Kami masih harus mengkoordinasikan nya dengan pihak PT KAI Pusat untuk kelanjutan bangunan Stasiun Se- mut ini. Namun yang jelas, kami yakin Stasiun Semut akan kembali dikenal,” tutup Suprapto.
sumber: radar surabaya
Langganan:
Postingan (Atom)
